Dugaan Kios Di Desa Sisir, Jual Pupuk Subsidi Urea & Phonska Rp115.000- Per Sak, Petani Menjerit Kios Makin Untung
Lamongan – //Cakranusantara.online – Sebuah kios pengecer pupuk bersubsidi yang pemilik Abah Kolik di Desa Sisir, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, diduga menjual Urea dan Phonska langsung ke petani dengan harga Rp115.000 per sak. Harga tersebut tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk musim tanam 2025/2026.
*Dugaan Pelanggaran*
1. Harga Urea melebihi HET: Sesuai Kepmentan, HET Urea subsidi adalah Rp90.000/sak. Namun petani Desa Sisir mengaku menebus di kios seharga Rp115.000/sak. Ada selisih Rp25.000 persak.
2. Phonska dipukul rata: Phonska juga dijual Rp115.000/sak. Padahal HET resmi Phonska Rp92.000/sak, tapi kios diduga tetap memungut selisih biaya Rp23.000 persak,” tanpa nota.
3. Abaikan e-RDKK: Petani yang namanya tidak masuk e-RDKK tetap dilayani asal membayar Rp115.000/sak. Pembelian juga tidak disertai nota dan tidak dicatat di kartu tani.
*Keluhan Petani*
“Kami butuh cepat karena tanaman sudah kuning. Kalau ikut prosedur HET katanya stok habis. Terpaksa ambil Rp115 ribu,” ujar J, petani Desa Sisir, Jumat (24/04/2026).
Dalam satu musim, satu kios di Desa Sisir bisa menyalurkan 400–600 sak. Jika selisih Rp25.000/sak, dan Rp23.00/sak potensi kelebihan bayar petani mencapai beberapa juta kita hitung.
*Aturan Distribusi Pupuk Subsidi*
Permentan No. 10 Tahun 2022 menegaskan: penyalur wajib menjual sesuai HET, melayani sesuai e-RDKK, memasang papan HET, dan memberi nota. Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen.
*Klarifikasi Kios*
Pemilik kios yaitu Abah Kolik saat Di Datangi di rumahnya lagi tutup pada hari jumat jam 12 siang, rumah kosong tanpa ada orang di rumah nya.
*Langkah Pengawasan*
KP3 Kabupaten Lamongan dan Distributor Pupuk Indonesia wilayah Laren akan melakukan sidak ke Desa Sisir pekan depan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan meminta petani melapor jika masih ada penjualan di atas HET.
Laporan bisa disampaikan ke BPP Laren, PPL Desa Sisir, atau hotline Pupuk Indonesia 0800-100-8001. (Red)

