Akses Vital Jadi Petaka: Jalan Jatigunting–Rebono Kembali Makan Korban Kendaraan
Pasuruan, — 7 April 2026 — Sebuah truk bermuatan keramik dengan nomor polisi N 2029 UV yang dikemudikan oleh Wawan dilaporkan ambles di ruas jalan penghubung Desa Jatigunting dan Rebono. Kejadian ini kembali menyoroti buruknya kondisi infrastruktur di wilayah tersebut yang hingga kini belum juga mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
Peristiwa terjadi saat truk melintas di jalan yang kondisinya rusak parah, berlubang, dan labil. Tanpa peringatan, roda kendaraan tiba-tiba terperosok ke dalam tanah yang ambles, membuat truk tidak dapat melanjutkan perjalanan. Muatan berat berupa keramik diduga memperparah kondisi jalan yang memang sudah rapuh.
Warga sekitar menyebut kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa kendaraan sebelumnya juga mengalami hal serupa di titik yang sama. Kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi kejadian ini, LSM GMBI KSM Wonorejo angkat bicara. Mereka menilai pemerintah terkesan lamban dan tidak tanggap terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak.
“Ini bukan kejadian pertama. Sudah berulang kali kendaraan ambles di sini. Apa harus nunggu korban jiwa dulu baru diperbaiki?” tegas salah satu anggota LSM GMBI.
Pihaknya mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama. Selain itu, mereka juga meminta adanya pengawasan dan evaluasi terhadap kualitas pembangunan jalan sebelumnya.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah harapan masyarakat akan infrastruktur yang layak dan aman. Jalan penghubung antar desa yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Masyarakat berharap ada tindakan cepat sebelum kejadian serupa kembali terulang — atau bahkan memakan korban.
(Muhaimin)

