Jumlah Warga Miskin Naik, BUMDes Vakum, Kades Pengalangan Dinilai Gagal Pimpin Desa

Gresik – //Cakranusantara.online – Kondisi memprihatinkan terjadi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Jumlah warga miskin di desa tersebut dikabarkan mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Di sisi lain, aktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disebut-sebut tidak berjalan atau vakum tanpa program yang jelas.

Sejumlah warga mengeluhkan minimnya terobosan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka menilai pemerintah desa belum mampu menghadirkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

“BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa, tapi sampai sekarang tidak ada kegiatan yang berjalan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan kritik terhadap kepemimpinan Kepala Desa Pengalangan, Abdul Mutholib. Sebagian warga menilai kepemimpinan saat ini tidak efektif dan gagal membawa perubahan positif bagi desa.

Warga juga mendesak Inspektorat Kabupaten Gresik dan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran desa serta operasional BUMDes.

“Audit perlu dilakukan agar semuanya transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” kata warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pengalangan, Abdul Mutholib, Saat Dikonfirmasi Salah satu Media Cakranusantara bodeng alias si rambut jambul merah pada hari Jumat (27/02/2026), belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi oleh awak media, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan atas berbagai tudingan yang berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa terkait meningkatnya angka kemiskinan maupun kondisi BUMDes yang disebut tidak aktif.

Masyarakat berharap ada langkah tegas dan evaluasi menyeluruh demi perbaikan tata kelola pemerintahan desa serta peningkatan kesejahteraan warga ke depan. (Bodeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *