Diduga Tak Mengedepankan Pasien, Pelayanan RSI Benowo Dinilai Lamban

Surabaya – //Cakranusantara.online – Pelayanan kesehatan di RSI Benowo kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pasien mengeluhkan lambannya penanganan medis yang dinilai tidak mengedepankan kepentingan pasien.

Peristiwa tersebut dialami oleh Supriyanto, yang tergabung dalam gugus masyarakat, serta seorang wartawan media online Logos yang datang langsung ke RSI Benowo untuk menjalani pengobatan. Keduanya mengaku tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya dan justru merasa diperlambat dalam proses pemeriksaan.

Menurut keterangan yang dihimpun, sejak awal kedatangan pasien harus menunggu cukup lama tanpa kejelasan alur pelayanan. Proses administrasi hingga pemeriksaan medis dinilai berbelit-belit dan tidak responsif, meskipun kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.

“Pasien datang untuk berobat, bukan untuk dipingpong. Tapi yang terjadi justru terkesan menghambat waktu pemeriksaan,” ujar salah satu pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut.

Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa petugas pelayanan RSI Benowo tidak mengedepankan asas kecepatan dan keselamatan pasien, sebagaimana prinsip dasar pelayanan kesehatan. Padahal, rumah sakit memiliki kewajiban memberikan layanan yang cepat, tepat, dan manusiawi tanpa diskriminasi.

Sebagai institusi pelayanan publik, rumah sakit wajib mematuhi standar pelayanan minimal serta menjunjung tinggi hak pasien. Lambannya penanganan dikhawatirkan dapat berdampak serius terhadap kondisi kesehatan pasien, bahkan berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSI Benowo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelayanan lamban tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan dari pihak rumah sakit.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar dilakukan evaluasi menyeluruh, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terjaga. (Bodeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *