Rekor PAD atau Rekayasa Narasi? Siapa Penyusun Laporan ke Bupati?

OPINI PUBLIK | SERI 5
Siapa yang Berani Memberi Laporan Tidak Lengkap begini kepada Bupati?
Ketika kepala daerah menyampaikan klaim keberhasilan kepada publik, pantaskah dipertanyakan apakah data dan analisis yang disajikan sudah utuh dan lengkap?
Sampai seri keempat, kita sudah punya semua faktanya, hitam di atas putih, langsung dari LRA resmi:

– Target pajak daerah 2025 meleset dan TIDAK TERCAPAI.
– Pajak pertambangan dan pajak air tanah malah turun drastis dibanding tahun sebelumnya.

– Kenaikan PAD yang disebut “rekor sepanjang sejarah” ternyata Rp208,88 miliar berasal dari komponen yang dipengaruhi kebijakan pusat — opsen kendaraan dan penggabungan pencatatan BLUD — bukan dari pos yang murni mencerminkan kerja pemungutan pajak.
Semua fakta ini ada di dokumen resmi Pemkab Pasuruan sendiri. Semuanya bisa dicek siapa pun yang mau membuka LRA Kabupaten Pasuruan Periode 2025.

Pertanyaannya sekarang:
Kalau semua fakta ini sudah tercatat resmi di LRA, mengapa yang sampai ke telinga publik — lewat pernyataan Bupati sendiri — cuma satu sisi cerita? “Rekor tertinggi sepanjang sejarah.” “Hasil pembenahan organisasi.” “Hasil investasi yang masuk deras.”

Seorang kepala daerah tidak menyusun sendiri bahan pidatonya. Ada Bapenda. Ada BKAD. Ada tim ahli yang katanya paling pintar se-Kabupaten Pasuruan, tim penyusun narasi — yang menyiapkan poin-poin sebelum disampaikan ke publik. Merekalah yang punya akses penuh ke angka-angka yang kami bahas sepanjang empat seri ini.

Maka pertanyaan yang layak diajukan bukan cuma ke Bupati. Pertanyaan yang lebih tajam justru ke bawahnya: siapa yang menyusun bahan laporan itu? Dan apakah seluruh fakta penting dalam LRA — target yang meleset, objek pajak yang jeblok, kontribusi besar kebijakan pusat — telah disampaikan secara utuh kepada kepala daerah sebelum beliau berbicara di depan publik?

Kalau bahan yang sampai ke meja Bupati memang tidak lengkap, maka publik layak bertanya soal kualitas kerja tim penyusunnya dan Tim Ahlinya yang katanya paling hebat di Kabupaten Pasuruan. Dan kalau bahannya lengkap tapi yang keluar di podium cuma yang enak didengar — publik juga layak tahu itu.
Kami tidak menuduh siapa pun secara pribadi. Kami sedang bertanya, dengan data yang sudah terbuka: siapa yang bertanggung jawab memastikan bahwa laporan yang sampai ke meja Bupati — dan lewat Bupati sampai ke rakyat — sudah utuh, lengkap, jujur dan tidak sekedar membuat Bupati senang?
Ini pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh Pemkab Pasuruan sendiri.

Kami hanya mengingatkan: publik sudah cerdas. Kasihan Pemkab Pasuruan, kasihan Bupati Pasuruan kalau terus-terusan mendapatkan sumber informasi dan sumber data tidak lengkap dari bawahannya atau dari siapa pun itu.
#PEACE#

Pasuruan,12 juli 2026

FORMAT Pasuruan — Ismail Makky, SE.SH, MM. (Ketua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *