“KORBAN JATUH LAGI DI PASEBAN! GEMPAR: Jangan Sembunyi di Balik Kata ‘Musibah’!”

JEMBER – Minggu 29 Maret 2026

Tragedi kembali terjadi di pesisir selatan Jawa Timur. Seorang pria paruh baya bernama Giman (54), warga Dusun Sidonganti, Desa Kraton, Kecamatan Kencong, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak di kawasan Pantai Paseban, Sabtu pagi (28/3/2026).

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di wilayah Jember yang dikenal memiliki karakter ombak tinggi dan arus balik mematikan.

Menurut informasi yang dihimpun, korban berada di sekitar bibir pantai sebelum akhirnya terseret gelombang besar yang datang secara tiba-tiba. Warga yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat korban tidak dapat diselamatkan.

Sorotan tajam datang dari LSM GEMPAR yang menilai peristiwa ini tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa.

Ketua Umum LSM GEMPAR, Bang Tyo, menyampaikan pernyataan keras:

“Kami menilai ini bukan sekadar musibah. Ada dugaan pembiaran terhadap potensi bahaya yang sudah lama diketahui. Jika pengawasan maksimal dilakukan, seharusnya risiko bisa ditekan.”

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab pengelola kawasan dan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan pengunjung.

“Jangan sampai setiap kejadian selalu berakhir dengan alasan klasik. Nyawa manusia tidak bisa terus dijadikan konsekuensi dari kelalaian yang berulang.”

Pantai selatan dikenal memiliki karakteristik:

Gelombang tinggi dan tidak stabil

Arus balik yang berbahaya

Kontur dasar laut yang curam

Namun demikian, kondisi di lapangan dinilai masih belum sepenuhnya mencerminkan sistem pengamanan yang optimal, terutama di titik-titik rawan.

LSM GEMPAR mendesak agar dilakukan:

Evaluasi total pengelolaan kawasan wisata pantai

Penambahan petugas pengawasan di lokasi rawan

Pemasangan peringatan yang lebih tegas dan efektif

Edukasi keselamatan bagi pengunjung

Menurut mereka, langkah preventif harus menjadi prioritas, bukan sekadar respons setelah kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa kawasan pantai selatan bukanlah area yang bisa dianggap aman tanpa kewaspadaan tinggi.

Jika tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, maka potensi kejadian serupa akan terus menghantui—dan korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.(Tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *