Diduga Pekerja Proyek Pipa Gas Nasional (PGN), kembalikan Galian asal-asalan, Masyarakat banyak yang mengeluh dan kecewa. Dari Pihak Pekerja Proyek Maupun TPK Belum Ada Respon Dari Keluhannya Masyarakat Desa Domas

Gresik – //Cakranusantara.online – Kondisi jalan yang awalnya bagus kini hancur brantakan akibat galian Pipa Gas Nasional (PGN). Banyak ditemui pekerjaan yang dilakukan rekanan Perusahaan Gas Nasional (PGN) selaku pelaksana proyek terkesan asal-asalan, seharusnya sisa galian tersebut dirapikan dan dikembali seperti sebelumnya tidak seperti ini terlihat berantakan dan ambles di saat ada mobil berdampingan maka lokasi Tanah tersebut dipastikan Ambles.

Perusahaan Pipa Gas Nasional (PGN) dinilai telah Lalai Dan Asal Jadi dan tidak dikembalikan seperti semula untuk Tanah nya tersebut dimana tanah bekas galian pipa tersebut harus dikembalikan kondisinya seperti semula, sisa pekerjaan dari PT.PG harus langsung dibersihkan dan dikembalikan pada posisi sebelumnya.

Salah satu masyarakat dan lingkungan Desa Domas AG akhirya angkat bicara “Bahwa kalau menurut saya, itu proyek Pipa Gas Nasional (PGN) menutup galian pipa Gas sepanjang jalan yang di lobangi….mestinya ditambal dengan urukan dan ditata dengan tanah seperti semula…itu kok sak penak e dewe gitu tambalane pakai tanah biasa.

Penggalian yang dalamnya kurang lebih 100 meter untuk Pemasangan Proyek Pipa Gas Nasional (PGN) mestinya mengembalikan kondisi pingir jalan depan rumah masyarakat ini seperti semula atau seperti biasa setelah melakukan penimbunan pipa jangan main asal tambal begitu…dooong…….”Begitu ungkap AG dan beberapa lingkungan dan masyarakat kepada Media Cakranusantara pada hari kamis (29/01/2026).

Menurut keterangan dari warga sekitar SP juga mengatakan “bahwa setelah pengurukan ada beberapa pengendara motor yang hampir terpeleset, dan kalau ada mobil bersimpangan tanah itu pasti ambles ke bawah tanah dikarenakan urukan nya tidak sesuai mekanisme dan tidak di uruk pedel biar kalau simpangan dengan mobil maka tidak akan terjadi Tanahnya ambles seperti yang dilihat sekarang, namun yang di khawatirkan bila pengguna jalan itu ngebut, gimana kalo jatuh sampai meninggal misalnya, siapa yang nanggung dan bertanggung jawab,” Begitu pungkas SP dengan nada marah dan kecewa.

Lebih lanjut salah satu Media Cakranusantara yaitu bodeng si rambut jambul merah saat dilokasi proyek Pipa Gas Nasional (PGN) memang benar apa yang dikatakan sejumlah masyarakat Desa Domas itu benar dikarenakan dari padangan semua orang saat Tanah yang digalih memang saat dikembalikan tidak seperti semula terlihat berantakan tidak rapi dan tidak tertata seperti semula dan parahnya lagi saat di injang kaki maupun terlewat sepeda montor bahkan mobil langsung Tanah itu Ambles, Dan bodeng si rambut jambul merah mencoba menghubungi nomer yang dimaksud dari proyek Pipa Gas Nasional (PGN) yaitu sebagai TPK Bpak Khafit saat dihubungi melalui Telepon Whatsapp Bpak Khafit mengatakan kalau pekerjaan belum selesai mas nanti kita kerjakan lagi. ” Ujar Bpak Khafit dengan telepon cepat.

Saat ditanya melalui pesan Whatsapp Terkait Anggaran proyek Pipa Gas Nasional (PGN) itu sebesar berapa? Bpak Khafit hanya terdiam dan tidak membalas pesan dari awak media Cakranusantara. Lebih lanjut Tim investigasi menghubungi Mas Fairuz Guna menayakan Anggaran nya itu berapa? Mas fairuz membalas pesan Whatsapp dengan singkat Ngapunten saya kurang tau pak, karena saya orang lapangan. ‘ ujar mas fairuz

Hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban resmi atau Penjelasan dari Bpak Khafit dan pihak – pihak proyek Pipa Gas Nasional (PGN) tersebut.
(Bodeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *