Program Ketahanan Pangan 2025 Desa Sukorejo Diduga Fiktif, Kegiatan Tak Ditemukan di Lapangan

Lamongan – //Cakranusantara.online – Program ketahanan pangan tahun 2025 yang dikelola melalui BUMDes di Desa Sukorejo Kecamatan Lamongan kota Kabupaten Lamongan, kini menjadi sorotan. Program yang disebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2025 dengan alokasi sekitar 20 persen tersebut diduga tidak memiliki realisasi kegiatan yang jelas di lapangan.

Dugaan itu muncul setelah sejumlah wartawan melakukan konfirmasi langsung kepada kepala desa terkait pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut. Namun, menurut keterangan yang dihimpun, pihak desa tidak dapat menunjukkan secara rinci jenis kegiatan yang dimaksud.

“Ketika diminta menjelaskan kegiatan ketahanan pangan yang dikelola BUMDes, kepala desa Sukorejo belum bisa menunjukkan bentuk kegiatan maupun lokasi pelaksanaannya,” ujar salah satu wartawan yang ikut melakukan penelusuran pada hari senin (30/03/2026).

Tidak hanya itu, hasil penelusuran di lapangan juga disebut belum menemukan adanya aktivitas atau fasilitas yang berkaitan dengan program ketahanan pangan sebagaimana yang tercantum dalam rencana penggunaan anggaran desa.

Sejumlah warga Desa Sukorejo mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan ketahanan pangan tersebut. Mereka berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pengamat tata kelola desa menilai, program ketahanan pangan seharusnya dapat dilihat secara nyata dalam bentuk kegiatan produktif, seperti pertanian, peternakan, perikanan, atau usaha pangan lain yang dikelola oleh BUMDes dan berdampak langsung bagi warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Sukorejo belum memberikan keterangan lanjutan terkait dugaan tersebut. Masyarakat pun berharap adanya transparansi serta klarifikasi resmi agar penggunaan Dana Desa benar-benar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. (Bod)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *