Diduga Manipulasi Program Ketahanan Pangan 2025, Realisasi Desa Bulang Hanya Tanam Melon, Sisa Anggaran Dipertanyakan
SIDOARJO – //Cakranusantara.online – Program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, menuai sorotan. Realisasi anggaran yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diduga tidak transparan dan terindikasi manipulatif.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran ketahanan pangan yang bersumber dari 20 persen Dana Desa (DD) tahun 2025 tersebut hanya direalisasikan untuk kegiatan penanaman melon. Padahal, nilai anggaran sebesar Rp. 185 juta yang dialokasikan diduga jauh lebih besar dibanding realisasi di lapangan.
Dari pantauan dan keterangan sejumlah narasumber, volume realisasi anggaran diperkirakan hanya berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan total anggaran ketahanan pangan yang semestinya dikelola secara menyeluruh untuk mendukung kemandirian pangan desa.
Ketika dikonfirmasi pada hari Jum’at (20/02/2026), Sekretaris Desa (Sekdes) terkesan menutupi informasi terkait sisa anggaran yang belum direalisasikan. Pertanyaan wartawan mengenai ke mana sisa anggaran dialokasikan tidak dijawab secara lugas.
Ironisnya, saat diminta untuk dipertemukan dengan Ketua BUMDes Desa Bulang guna klarifikasi langsung, pihak desa menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak dapat ditemui dengan alasan kesibukan pekerjaan.
Sikap tertutup tersebut justru memunculkan dugaan kuat adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran. Publik pun mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa yang sejatinya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.
Jika benar realisasi hanya sebatas penanaman melon dengan nilai yang jauh dari total anggaran, maka patut diduga terdapat sisa dana yang belum jelas penggunaannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian negara apabila tidak segera dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh.
Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam agar tidak terjadi penyalahgunaan dana desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BUMDes Desa Bulang belum memberikan keterangan resmi. (Bodeng)

