Dugaan Ketidakterbukaan CV ARIES INDAH APRILIA pelaksanaProyek Rehabilitasi SDN Pukul Kraton Jadi Sorotan

 

Pasuruan — Selasa, 25 November 2025

Aroma ketidakwajaran kembali mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Pasuruan. Proyek rehabilitasi di SDN Pukul, Kecamatan Kraton, yang dikerjakan oleh CV ARIES INDAH APRILIA, kini menjadi perhatian publik setelah munculnya dugaan ketidakterbukaan dan respons tidak profesional terhadap upaya klarifikasi dari awak media.

 

Upaya wartawan untuk meminta keterangan terkait temuan lapangan justru berujung pada jawaban bernada tidak bersahabat. Dalam pesan WhatsApp yang diterima wartawan, perwakilan kontraktor menuliskan:

“Wartawan iku cari-cari mas, tak tuntut balik lho sampean. Aku iki yo LSM, mas,” tulisnya dalam pesan singkat tersebut.

 

Selain nada komunikasi yang dianggap tidak mencerminkan etika kemitraan publik, yang bersangkutan juga menyebut inisial FJ sebagai pihak yang diduga membackup proyek tersebut. Pernyataan ini menambah panjang daftar tanda tanya mengenai transparansi pelaksanaan pekerjaan.

 

 

Kasus ini kini berkembang menjadi sorotan tajam masyarakat. Sejumlah pihak menyerukan langkah konkret dari instansi terkait, meliputi:

 

1. Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk segera melakukan audit investigasi terhadap proses pelaksanaan proyek, termasuk kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi.

 

 

2. Aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan anggaran serta potensi persekongkolan selama proses pengadaan dan pelaksanaan.

 

 

3. Penghentian sementara pekerjaan hingga seluruh aspek dinyatakan jelas, transparan, dan sesuai regulasi.

 

Tanpa tindakan tegas, publik menilai kasus ini akan menambah daftar panjang dugaan praktik tidak sehat dalam proyek-proyek pendidikan. Pasuruan kini menunggu: apakah aparat memilih diam, atau berani menelusuri dugaan kejanggalan ini hingga tuntas.

 

 

Ketua umum LSM GEMPAR (gerakan masyarakat Pasuruan raya) menegaskan bahwa “pendidikan adalah sektor yang tidak boleh dipenuhi praktik merugikan publik. Setiap dugaan penyimpangan harus ditindaklanjuti secara terbuka demi menjaga integritas penggunaan anggaran negara serta kepercayaan publik” ujar Doni Syahputra

 

“Minggu depan kita akan bersatu dengan beberapa LSM dan wartawan untuk mengadakan audensi ke dinas terkait” imbuhnya dengan nada geram

 

(Red/Kabiro ps team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *