Rumah Janda Dua Anak di Trajeng Roboh, Warga Menuntut Pemerintah dan Instansi Terkait Segera Bertindak

PASURUAN – CakraNusantara.online-18/11/25-Rumah milik Ibu Yanti, seorang janda dengan dua anak di RW 08 RT 03 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, roboh dan mengalami kerusakan berat. Atap runtuh, dinding hancur, dan struktur bangunan rapuh menyisakan kondisi yang sangat membahayakan. Namun hingga kini, warga menilai bahwa respons pemerintah masih sangat jauh dari kata cukup—bahkan dinilai tidak sebanding dengan tingkat kedaruratan di lapangan.
Kondisi kerusakan terlihat nyaris total. Kerangka bambu lapuk tampak setelah atap jebol, dinding tua rontok tanpa penahan, lantai ambrol, dan sebagian konstruksi berdiri dalam keadaan mengkhawatirkan. Pemandangan ini membuat warga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menangani warganya yang paling rentan.
Seorang warga menyampaikan kekecewaannya secara lugas.
“Rumah Bu Yanti hancur total. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar datang, melihat, lalu pulang. Ini warga kecil—justru harusnya jadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
—
Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah Trajeng Turun Tangan — Pemerintah Kota Masih Bayangan
Melihat kondisi darurat, Babinsa Koramil 0819/25 Gadingrejo Serma Moch Waki bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Trajeng langsung turun ke lokasi untuk membantu warga, melakukan pendataan, serta memastikan keselamatan keluarga korban.
Serma Moch Waki menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut:
“Ini musibah yang membutuhkan respons cepat. Kami dan warga sudah bergerak semampunya, tapi pemerintah harus segera turun tangan. Jangan tunggu situasi semakin membahayakan.”
Bhabinkamtibmas Kelurahan Trajeng turut menyampaikan bahwa kondisi rumah roboh seperti ini sudah masuk level darurat:
“Penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan sementara—harus ada langkah pemulihan nyata dan terkoordinasi.”
Lurah Trajeng juga hadir untuk mendata kerusakan dan meneruskan laporan ke instansi di atasnya. Namun warga berharap peran lurah tidak berhenti sebagai “pencatat dan pelapor”, melainkan turut mengawal agar bantuan pemerintah kota benar-benar turun dan tidak tersendat dalam birokrasi.
—
BPBD Hanya Memberikan Terpal — Warga Menilai Respons Sangat Tidak Memadai
BPBD Kota Pasuruan datang ke lokasi dan memberikan terpal. Namun warga menilai langkah itu hanya “tambal sulam darurat” dan tidak menyentuh akar masalah, yakni ambruknya bangunan rumah secara total.
Kerusakan fatal seperti ini membutuhkan:
asesmen struktural lengkap,
bantuan material,
langkah rekonstruksi, dan
penetapan status darurat permukiman.
Warga menegaskan bahwa terpal bukan solusi untuk keluarga yang rumahnya ambruk total.
—
Warga, TNI, dan Polri Sudah Bergerak — Saatnya Pemerintah Kota Menunjukkan Gebrakan Nyata
Sampai saat ini, warga, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan bahu-membahu membersihkan puing dan memastikan Ibu Yanti dan kedua anaknya tetap aman. Namun beban penanganan tidak seharusnya hanya ditanggung oleh warga dan aparat lapangan.
Kasus ini menjadi cermin bahwa respons pemerintah terhadap warganya masih perlu evaluasi serius, terutama untuk kondisi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
Masyarakat kini menunggu gebrakan nyata dari Pemerintah Kota Pasuruan dan dinas terkait untuk:
membangun kembali rumah Ibu Yanti,
memastikan keluarga tersebut mendapat tempat tinggal layak,
dan membuktikan bahwa negara hadir bagi warganya yang paling membutuhkan(hr)
