Diduga Lemahnya Pengawasan, Proyek Baru 2 Bulan Selesai Dikerjakan Sudah Ambles.

 

Nganjuk – Baru 2 bulan selesai dikerjakan, Proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan Mantup Kelurahan Kramat Kec/Kab. Nganjuk kini sudah mengalami rusak, retak dan ambles.

Proyek yang menelan biaya Rp 233.701.065.00. Bersumber dari APBD TA 2025, dengan pelaksana CV. Payung Jagad, Nomor Kontrak 600.1.9.4/PPK-44.44/2BM/411/313/2025 yang di mulai tanggal 20 November 2025, dengan waktu pelaksanaan 25 hari, diduga pengerjaannya asal-asalan dan kini jadi sorotan publik.

Jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu, kini sudah tampak mengalami kerusakan di beberapa titik, terlihat aspal mulai retak, bergelombang, bahkan ambles serta ada dugaan ketebalan tidak merata.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Diduga lemahnya pengawasan dari dinas terkait, bahkan ada dugaan permainan antara pihak PUPR Nganjuk dengan pihak kontraktor pelaksana.

MT salah satu warga setempat yang ditemui di lokasi mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan yang dinilai asal-asalan. “Jalan ini di bangun baru dua bulan pak, tapi kondisi jalan sudah retak dan ambles, jalan juga bergelombang serta ketebalan juga tidak rata, sungguh sangat di sayangkan anggaran negara di buat mainan”. Ujarnya, Rabu (18/2)

Kemudian tim media mencoba menghubungi Ony Supriyono selaku Plt Dinas PUPR Nganjuk via WA (WhatsApp) dengan menunjukkan bukti-bukti di lapangan, namun tidak ada respon. Kamis (19/2)

Hingga berita ini dinaikkan, pihak PUPR belum berhasil dikonfirmasi secara resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.

Karena pembangunan tersebut menggunakan anggaran negara, maka kami berharap pada Aparat Penegak Hukum untuk segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam proyek tersebut.

(Pras/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *