Proyek Rel Nguling ‘Ajaib’: Akses Watestani–Nguling Diputus Begitu Saja, Warga Seolah Diminta Jadi Patung

Pasuruan Tuesday 09 December-Mcn online

Proyek pembenahan rel kereta api di Nguling kembali mempertontonkan drama klasik: jalan ditutup, warga disuruh diam, dan solusi entah di mana. Akses vital Watestani–Nguling diputus total—tanpa jalur alternatif, tanpa pengaturan, tanpa pemberitahuan yang masuk akal. Warga menumpuk, terjebak seperti figuran yang lupa dikasih skrip.

 

Di lapangan, situasinya lebih mirip eksperimen sosial daripada pekerjaan infrastruktur. Motor saling adu stang, pejalan kaki mondar-mandir mencari celah, sementara proyek tetap melaju seolah dunia baik-baik saja. Warga menyebut kondisi ini bukan lagi semrawut, tapi “kreatif dalam kekacauan.”

 

“Kayaknya kami ini diuji kesabarannya. Mau lewat? Silakan, tapi cuma kalau bisa terbang,” sindir seorang warga yang kesal karena terlambat kerja hampir dua jam.

 

Masyarakat mempertanyakan logika di balik penutupan total tanpa rekayasa lalu lintas. Mereka mendesak pemerintah turun tangan sebelum warga bukan hanya menumpuk, tetapi benar-benar kehabisan akal.

 

“Kalau begini caranya, proyek ini bukan membenahi rel—tapi membenahi tingkat stres warga,” tambah warga lain.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *