Dari 38 Menjadi 17 Balita, Kelurahan Trajeng Perkuat Kolaborasi Menuju Zero Stunting

KOTA PASURUAN, Cakranusantara.online – Komitmen menekan angka stunting terus diperkuat Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Melalui kegiatan Rembuk Stunting yang digelar pada Senin (19/10/2026), pemerintah kelurahan bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, dan unsur terkait memperkuat sinergi demi mewujudkan generasi sehat dan berkualitas.
Upaya tersebut menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, jumlah balita stunting di Kelurahan Trajeng yang pada awal tahun tercatat sebanyak 38 balita, turun menjadi 22 balita, kemudian kembali menurun menjadi 17 balita berdasarkan hasil Bulan Timbang Agustus 2026.
Penurunan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan. Meski demikian, pendampingan terhadap balita yang masih mengalami stunting tetap membutuhkan perhatian serius agar proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan gizinya berjalan optimal.
Lurah Trajeng, M. Erfan Effendi, S.IP., M.M., menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan unsur keamanan diharapkan mampu memperkuat pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Keberhasilan menekan angka stunting tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah kelurahan, bidan kelurahan, ahli gizi Puskesmas Trajeng, serta para kader posyandu. Dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Trajeng juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengawal program dan mendorong partisipasi masyarakat.
Sebanyak 84 kader turut menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan masyarakat, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, penyampaian edukasi kepada orang tua, hingga mendorong keluarga untuk rutin memanfaatkan layanan posyandu.
Dalam kegiatan rembuk stunting tersebut, unsur narasumber yang dilibatkan meliputi perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Lurah Trajeng, Ketua TP PKK Kelurahan Trajeng, bidan kelurahan, serta ahli gizi dari Puskesmas Trajeng.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus menyatukan langkah dalam menentukan strategi pencegahan dan penanganan stunting yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Kelurahan Trajeng.
Stunting merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Selain pemenuhan gizi seimbang, perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, peran kader posyandu tidak hanya terbatas pada kegiatan penimbangan balita, tetapi juga membantu menyampaikan edukasi kepada keluarga dan mendorong orang tua agar segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan masalah pertumbuhan anak.
Target Zero Stunting Jadi Komitmen Bersama
Penurunan jumlah balita stunting dari 38 menjadi 17 balita menjadi perkembangan yang patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat agar tidak muncul kasus baru dan balita yang masih mengalami stunting mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Kelurahan Trajeng berkomitmen mendorong terwujudnya zero stunting melalui kerja sama berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, TP PKK, tenaga kesehatan, kader posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat serta pendampingan yang tepat sasaran, diharapkan setiap anak di Kelurahan Trajeng memperoleh kesempatan tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan menjadi bagian dari generasi masa depan yang cerdas serta berkualitas.
